Bagi sebagian muda-mudi yang berkecimpung di bidang seni, kecintaan dalam merefleksikan diri dalam visual atau suara, merupakan sesuatu yang terjadi begitu saja.
Tapi seni juga dapat menjadi sebuah kesalah pahaman jika yang menjadi tolak ukur adalah penilaian orang lain. Bukannya melihat sebuah perspektif estetika dari pembuat seni itu. Orang lain akan dengan mudah menjatuhkan penilaian baik atau buruk hanya karena berbeda selera, nilai dan budaya.
Apa yang sebenarnya ada di dalam benak pegiat seni? Dan mengapa seseorang memilih jalan seni sebagai pekerjaan?