Mencapai Target Hidup Secara Efektif

Seiring bertambahnya usia maka juga membawa dampak pada ritme kehidupan kita. Secara umum kita sadar bahwa hal yang dipikirkan juga berkembang dan semakin kompleks.

Pekerjaan meminta kita untuk fokus, keluarga dan berbagai macam tagihan lain yang dikirim melalui pintu rumah, semuanya seolah juga meminta perhatian serius. Di lain pihak, kita juga menyadari bahwa cukup sulit memikul beban dalam waktu yang bersamaan secara terus menerus.

Apabila salah dalam mengambil langkah prioritas maka rencana hidup kita akan terbengkalai.

Untuk itu, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola berbagai macam kegiatan yang menyita tenaga dan pikiran kita:

Tentukan skala prioritas:

Tidak semua pekerjaan itu memiliki nilai yang sama. Nilai di sini bukanlah seperti sebuah ujian dalam sekolah. Tetapi nilai itu dapat diterapkan pada hal yang lebih luas yaitu membandingkan kegiatan yang kita lakukan dengan bobot sebuah capaian. Jika anda seorang guru, maka bobot yang terpenting adalah pengajaran yang baik dan penyampaian yang dapat dipahami.

Untuk mencapai sebuah pengajaran yang baik maka guru pun perlu merangkum materi yang luas dan mempelajari karakter muridnya. Sehingga prioritas yang penting pada profesi guru adalah menambah pengetahuan diri sendiri dan memiliki skill dalam memahami bagaimana murid dapat mencerna materi.

Begitu juga jika anda seorang pengusaha, maka kegiatan yang memiliki nilai penting adalah yang berhubungan dengan usaha anda. Ini semua bukannya bermaksud untuk membatasi, tetapi memilih tetap fokus pada prioritas kita, sangat diperlukan jika anda ingin efektif dalam mencapai mimpi anda.

Sebagaimana telah diterapkan oleh orang sukses di dunia, seperti Warren Buffet, Bill Gates pendiri Microsft, Jeff Bezos pendiri Amazon, hampir semua orang yang berhasil meraih mimpinya menyarankan bahwa kita perlu membuat lima prioritas dalam hidup kita. Mereka menerapkan prinsip 20/80 dalam hidupnya.

Prinsip 20/80 tersebut dapat dimaknai sebagai 20 persen hal terpenting dalam hidup, menghasilkan 80 persen dampak besar pada kehidupan kita. Bukan sebaliknya, ingin mengerjakan semua tetapi hanya berdampak kecil.

Bill Gates memfokuskan 20 persen terpenting dalam hidupnya untuk mempelajari matematika dan teknologi, membangun sebuah tim serta berpikir positif. Sedangkan Warren Bufet mendalami perniagaan dan finansial. Keduanya membatasi waktu dan tenaganya jika untuk kegiatan di luar yang ingin mereka capai. Tetapi berpedoman dengan fokus 20 persen tersebut, mereka mampu unggul dari kebanyakan orang di masanya.

Contoh skala prioritas karier:

  • Guru atau ahli bidang Ekonomi dan Bisnis;
  • Penulis buku;
  • Ilustrator dan desain grafis (sebagai hobi);
  • Memiliki usaha yang terkait dengan pengajaran dan keahlian desain;
  • Menggabungkan kegemaran untuk desain dengan pengajaran;

Jika mampu menghubungkan antara pekerjaan dan hobi anda maka itu juga membantu dalam mengkomersialkan kegiatan yang anda sukai. Menemukan keterkaitan tersebut juga mendukung keberlangsungan pekerjaan kita, karena kita sangat menyukai untuk melakukannya.

Inilah bagian dari prinsip 20/80 tersebut. Lima skala prioritas yang menentukan keberhasilan kita. Kemudian, tugas kita adalah menjaga dan merealisasikan skala prioritas tersebut agar kemampuan kita tetap kompetitif.

Mengelola energi dan tenaga bukan hanya waktu

Secara umum kita mengetahui bahwa dalam satu hari terdapat 24 jam. Semua orang juga memilikinya untuk mencapai targetnya masing-masing. Tetapi tahukah anda bahwa waktu tersebut hanyalah sebuah angka.

Dalam pencapaian target yang efektif dibutuhkan sebuah tenaga yang cukup. Ada orang yang jika bekerja di pagi hari maka pikiran mereka akan mudah untuk fokus dan memiliki tenaga yang baik. Tetapi ada pula orang yang bekerja pada malam hari untuk dapat menyelesaikan pekerjaan secara efektif.

Dalam hal pencapaian target, waktu bukanlah satu-satunya tolok ukur yang menjadi acuan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tenaga.

Apa jadinya jika memaksakan melakukan sesuatu hal dalam ritme tubuh kita yang tidak sejalan? Misalnya, jika anda terbiasa untuk tidur di awal malam tetapi dipaksakan untuk memikirkan sesuatu yang penting pada waktu itu. Maka fisik kita akan mengirim sinyal untuk berontak.

Chris Bailey seorang penulis buku tentang produktivitas pernah melakukan penelitian tentang ritme tubuhnya dalam bekerja. Setelah menjalaninya dalam jangka waktu beberapa bulan, dia menemukan bahwa terdapat waktu-waktu tertentu yang dapat dia lakukan secara efektif jika melakukan pekerjaan tertentu. Seperti misalnya dia akan lebih berkonsentrasi jika membaca buku di malam hari dan melakukan perencanaan untuk keesokan harinya.

Tetapi ada juga orang yang memiliki kecenderungan sebaliknya.

Untuk itu, dalam membuat perencanaan pertimbangkan juga pertanyaan tentang apakah saya akan melaksanakan kegiatan ini dengan efektif setelah mengerjakan hal lain? dapatkah saya mengerjakannya di pagi, siang atau malam hari?

Berfokus pada penyelesaian masalah bukan sekedar melakukan sesuatu

Hal penting lain dalam mengelola pekerjaan yang efektif adalah mencoba untuk menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalah ini lebih penting daripada hanya menjalankan sesuatu. Karena jika hanya melakukan hal tanpa perencanaan maka kita akan menuju pada pencarian yang tidak terbatas.

Ada baiknya kita membuat sebuah bagan dalam pencapaian pekerjaan kita. Apa yang sedang kita kerjakan? Pekerjaan apa yang sedang kita tangani? Dan pekerjaan apa yang telah kita selesaikan?

Bagan yang kita buat tersebut dapat membantu kita untuk mengevaluasi capaian kita dan membuat kita lebih terorganisasi dalam mengatur waktu. Selain itu, dengan adanya hal-hal yang menyita perhatian kita secara mendadak, kita tetap memiliki catatan mengenai pekerjaan yang sementara ditunda atau ditinggalkan.