Mengembangkan Potensi Menjadi Nilai Komersial

Pada masa saat ini, banyak sekali peluang yang memungkinkan kita untuk mengembangkan potensi diri yang juga memiliki nilai ekonomis untuk mendukung kehidupan kita. Terlebih lagi dengan adanya akses internet, kita dapat mengkomersialkan apa saja yang kita sukai.

Tetapi tidak semua yang kita inginkan dan mampu kita lakukan adalah “bernilai” ekonomi. Perlu pengertian yang mendalam tentang produk yang diinginkan pasar. Sehingga, atas berbagai macam pilihan, fokuskanlah pada hal yang penting saja. Dalam hal karier, kesuksesan kita ditentukan oleh tiga hal penting yaitu kemampuan, keinginan dan peluang pasar. Pertemuan ketiganya pada satu titik dapat mendatangkan keuntungan bagi kita. Teruslah mengasah insting kita dalam melihat peluang tersebut.

Kemampuan saja tidak cukup, jika tidak dibekali dengan permintaan pasar maka produk yang kita tawarkan kurang diminati. Begitu juga sebaliknya, tanpa kombinasi dari ketiganya maka kelangsungan dari potensi kita untuk menjadi sebuah penghasilan juga tidak tercapai.

Untuk itu, kita perlu memahaminya dalam sebuah kerangka tertentu. Tanyakanlah produk apa yang perlu kita tawarkan? Apakah orang menginginkannya? Bisakah kita melakukannya? Untuk memulai itu semua, tuliskan seluruh ide kita pada lembaran kertas sebagai solusi permasalahan yang ada di pasar. Tentukan target pasar kita, apakah pemuda? Pelajar? Atau pekerja? Dst.

Kemudian, cobalah buat atau realisasikan ide tersebut menjadi sebuah prototipe atau contoh produk.

Ingat: Semakin sederhana produk tersebut maka semakin mudah untuk kita menjualnya.

Kesederhanaan merupakan sebuah kata kunci dalam merealisasikan ide kita yang kompleks tersebut. Untuk mengujinya, tanyakan hal ini: apakah ini dapat berjalan jika saya merekrut pegawai? McDonald’s dapat berkembang di seluruh dunia karena bisnis tersebut hanya membutuhkan pegawai yang dapat membolak-balikkan burger diatas panggangan. Maka buatlah sebuah produk dan proses yang sederhana.

Ketiga adalah pengujian produk tersebut di pasar. Proses uji coba produk merupakan hal yang penting. Dalam proses pengujian mulailah untuk mencatat apakah produk kita sudah sesuai dengan target konsumen? Setelah melakukan pengujian, perbaikilah produk tersebut jika diperlukan.

Terakhir adalah luncurkan produk tersebut ke pasar dan jangan menunggu sampai “sempurna”. Karena tidak ada produk yang sempurna. Kita dapat memperbaikinya lagi seiring dengan pengalaman kita dalam menghadapi konsumen.