Seni itu (adalah) proses sebagai manusia

Bagi sebagian muda-mudi yang berkecimpung di bidang seni, kecintaan dalam merefleksikan diri dalam visual atau suara, merupakan sesuatu yang terjadi begitu saja.

Protes dapat melalui seni, mengabadikan momen dapat dilakukan dengan seni, dan juga jutaan lagu yang tercipta untuk mengungkapkan perasaan cinta semua juga bagian dari ekspresi melalui seni.

Tapi seni juga dapat menjadi sebuah kesalah pahaman jika yang menjadi tolok ukur adalah penilaian orang lain. Bukannya melihat sebuah perspektif estetika dari pembuat seni itu. Orang lain akan dengan mudah menjatuhkan penilaian baik atau buruk hanya karena berbeda selera, nilai dan budaya.

Apa yang sebenarnya ada di dalam benak pegiat seni? Dan mengapa seseorang memilih jalan seni sebagai pekerjaan?

Halaman ini didedikasikan untuk kalian yang selalu ingin berkarya tanpa batas, dan kita dapat melihatnya melalui seorang artis rajah tubuh atau a tattoo artist.

Kecintaan atas seni disadari menjadi sesuatu yang tidak terbatas. Perjalanannya dalam menyadari bahwa seni menjadi bagian darinya adalah dengan cara eksplorasi apa saja yang dia sukai. Mulai dari gitar, modifikasi sepeda motor, dunia digital, bisnis jual-beli, semuanya memiliki rasa seni bagi Andre, tattoo artist pada tulisan ini.

Hingga perjalanannya dalam mengeksplorasi seni rajah tubuh, semuanya disadari tidaklah mudah. Tetapi yang membuatnya terus melakukan sesuatu yang dia cintai adalah pertama menyadari bahwa sebuah tantangan ketidakpastian dalam dunia seni bukanlah sebuah hambatan, tetapi sebuah motivasi. Kedua, Andre menyadari bahwa sesuatu yang dia lakukan tidak terpisahkan dari dunia seni. Jadi buat apa membuang sesuatu yang menjadi bagian dari dirimu hanya karena mendengarkan keluhan orang lain?

Inilah hasil dari sebuah fokus atas apa yang dicintai: